Semarang, Jawa Tengah – Pelatihan kewirausahaan yang digelar Lembaga Kewirausahaan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) di RPS Wira Adhi Karya Ungaran dikemas dengan cara berbeda. Tak hanya berisi teori dan penjelasan satu arah, peserta justru lebih banyak diajak mengikuti games dan aktivitas kelompok agar suasana pelatihan lebih interaktif dan menyenangkan.
Program yang berlangsung sepanjang Mei hingga Juni 2026 itu menghadirkan metode belajar yang membuat peserta aktif bergerak, berdiskusi, hingga memecahkan tantangan bersama. Cara tersebut dilakukan agar peserta lebih mudah memahami materi sekaligus membangun komunikasi dan kepercayaan diri.
Pada pelatihan 8 Mei 2026, materi diisi oleh Imam Nuryanto, SE.MM, Agung Sedayu, SE, MM, dan Dr. Nila Tristiarini, SE, MSi, CSRA. Salah satu sesi public speaking dikemas melalui permainan kelompok berisi tiga hingga lima peserta yang diminta menyampaikan ide di depan peserta lainnya.
Metode tersebut membuat peserta lebih berani berbicara sekaligus melatih kerja sama antartim. Suasana pelatihan pun terlihat lebih santai karena peserta saling memberikan dukungan satu sama lain. Selain itu, peserta juga diajak membuat bentuk tertentu menggunakan sedotan dalam kerja kelompok. Aktivitas itu melatih kreativitas, komunikasi, serta kemampuan bekerja sama antar anggota tim.
Games dan Simulasi Bikin Peserta Lebih Antusias

Pelatihan berikutnya yang digelar pada 13 Mei 2026 juga menghadirkan suasana serupa. Materi diisi oleh Hayu Wikan Kinasih, M.Si, Wikan Isthika, SE, M.Ec., Ak., dan Handy Nur Cahya, SE, MBA dengan pendekatan yang tetap mengedepankan praktik dan aktivitas kelompok.
Pada sesi design thinking dan idea creation, peserta diajak mengikuti permainan kolaboratif menggunakan tali yang saling terhubung dan menyilang satu sama lain. Setiap anggota kelompok memegang satu tali, kemudian seluruh tim harus berusaha menyusun posisi hingga membentuk lingkaran utuh tanpa melepaskan tali yang dipegang.
Permainan tersebut menjadi gambaran pentingnya komunikasi, strategi, dan kekompakan dalam membangun sebuah ide maupun usaha. Peserta dituntut untuk saling mendengar, berdiskusi, dan mencari solusi bersama agar tantangan dapat diselesaikan.
Metode pelatihan berbasis games tersebut dinilai cukup berhasil. Hal itu terlihat dari jumlah peserta yang terus bertambah di setiap sesi. Para peserta yang mayoritas masih berusia remaja juga tampak antusias mengikuti berbagai aktivitas yang diberikan.
Kepala Lembaga Kewirausahaan Udinus, Dr. Nila Tristiarini, SE, MSi, CSRA mengatakan pendekatan interaktif sengaja diterapkan agar peserta tidak merasa jenuh dan lebih mudah memahami materi yang diberikan.
“Pelatihan tidak hanya berisi teori semata, tetapi kami lebih banyak memasukkan games dan simulasi agar peserta bisa belajar melalui pengalaman langsung,” ujarnya. (Lembaga Kewirausahaan Udinus)











