Semarang, Jawa Tengah – Mengembangkan usaha tidak cukup hanya dengan menciptakan produk. Mahasiswa juga membutuhkan ruang untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat, berinteraksi dengan konsumen, serta mendapatkan pengalaman langsung dalam menjalankan bisnis. Hal tersebut menjadi salah satu nilai penting yang dihadirkan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) melalui Creanovative 2026.
Sebanyak 52 tim turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 50 tim usaha mahasiswa Udinus dan 2 tim dari kalangan SMA/SMK. Selain itu, Creanovative Udinus 2026 juga memberikan ruang bagi para remaja dari Rumah Pelayanan Sosial Wira Adhi Karya Ungaran untuk turut membuka dan memperkenalkan usaha mereka.
Bagi mahasiswa Udinus, Creanovative menjadi lebih dari sekadar ajang pameran produk. Kegiatan ini menjadi ruang untuk membawa usaha yang telah dikembangkan di lingkungan kampus ke tengah masyarakat. Melalui interaksi langsung dengan pengunjung, mahasiswa dapat memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan calon konsumen, mendapatkan respons pasar, sekaligus memahami kebutuhan pelanggan.
Dari 50 tim usaha mahasiswa Udinus yang berpartisipasi, terdapat lima tim yang berhasil meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Kelima tim tersebut turut meramaikan Creanovative dengan menghadirkan usaha yang telah mereka kembangkan.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Udinus, Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih, M.M., menyampaikan bahwa mahasiswa perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan di luar aspek akademik, termasuk kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan.
“Mahasiswa tidak hanya perlu dibekali dengan kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas, inovasi, dan keberanian untuk menciptakan peluang. Melalui kegiatan seperti Creanovative, mahasiswa mendapatkan pengalaman secara langsung untuk mengembangkan ide, memperkenalkan produk, dan belajar mengelola usaha,” ujar Prof. Kusni.
Sementara itu, Kepala Lembaga Kewirausahaan Udinus, Dr. Nila Tristiarini, S.E., M.Si., CSRA, menjelaskan bahwa Creanovative menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ide bisnis secara langsung.
“Kami ingin memberikan ruang kepada mahasiswa untuk tidak hanya memiliki ide bisnis, tetapi juga berani mengimplementasikan dan memperkenalkannya kepada masyarakat. Melalui Creanovative, mahasiswa dapat belajar mengembangkan produk, membangun komunikasi dengan konsumen, hingga melihat peluang untuk mengembangkan usahanya,” jelas Dr. Nila.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter wirausaha mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar menciptakan produk, tetapi juga memahami bagaimana membangun hubungan dengan konsumen dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Kehadiran dua tim dari SMA/SMK serta remaja dari Rumah Pelayanan Sosial Wira Adhi Karya Ungaran turut memberikan warna dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan berbagai kalangan ini menunjukkan bahwa Creanovative menjadi ruang yang terbuka untuk memperkenalkan dan menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini.
Melalui Creanovative Udinus 2026, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempertemukan ide dengan realitas pasar. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk berani mencoba, berinteraksi, menerima masukan, dan terus berinovasi.
Pada akhirnya, Creanovative Udinus 2026 bukan sekadar tentang memperkenalkan produk, tetapi juga menjadi bagian dari proses mahasiswa untuk belajar dan bertumbuh sebagai calon wirausahawan. Dari ide yang dikembangkan di lingkungan kampus, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk membawanya lebih dekat kepada masyarakat dan mengubahnya menjadi peluang usaha yang nyata.
Manfaatkan Creanovative untuk Lebih Kenalkan Usaha kepada Masyarakat
Salah satu mahasiswa yang merasakan manfaat Creanovative adalah Lade, bagian dari tim Jobind, salah satu usaha mahasiswa Udinus yang berhasil meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.
Menurut Lade, Creanovative memberikan kesempatan bagi Jobind untuk semakin memperkenalkan usaha yang mereka kembangkan kepada masyarakat. Interaksi langsung dengan pengunjung menjadi pengalaman berharga bagi tim untuk mengenalkan produk sekaligus memahami respons konsumen.
“Bagi kami, Creanovative menjadi ajang yang sangat bermanfaat untuk lebih memperkenalkan usaha Jobind kepada masyarakat. Di sini kami bisa bertemu dan berinteraksi langsung dengan pengunjung, memperkenalkan produk, sekaligus mendapatkan masukan dari konsumen. Pengalaman ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar lebih jauh tentang bagaimana mengembangkan usaha dan memahami kebutuhan pasar,” ujar Lade.
Menurutnya, kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat memberikan pengalaman yang berbeda dalam proses pengembangan usaha. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana konsumen merespons produk yang ditawarkan dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan bisnis.
Bagi Jobind, Creanovative tidak hanya menjadi tempat untuk memasarkan produk, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk memahami dunia usaha secara lebih nyata. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dalam pemasaran, komunikasi dengan konsumen, serta pengambilan keputusan dalam menjalankan usaha.
Keikutsertaan Jobind juga menjadi gambaran bagaimana ekosistem kewirausahaan mahasiswa Udinus terus dikembangkan. Melalui ruang seperti Creanovative, mahasiswa tidak hanya didorong untuk memiliki ide bisnis, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menguji, memperkenalkan, dan mengembangkan ide tersebut di tengah masyarakat.
Dengan demikian, Creanovative menjadi bagian penting dalam perjalanan kewirausahaan mahasiswa Udinus. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dengan konsumen, membuka peluang untuk mendapatkan masukan, serta memberikan pengalaman nyata yang dapat menjadi bekal dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan. (Lembaga Kewirausahaan Udinus)











