Tujuan Program KKU
KKU diselenggarakan untuk memberikan ruang kepada mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik sekaligus kompetensi kewirausahaan melalui pengalaman menjalankan usaha secara nyata.
Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan
Mendorong tumbuhnya jiwa dan kompetensi kewirausahaan mahasiswa.
Memberikan Pengalaman Berwirausaha
Memberikan pengalaman langsung dalam mengelola dan mengembangkan usaha.
Mengembangkan Kemampuan Bisnis
Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi peluang dan menyelesaikan permasalahan bisnis.
Mendorong Inovasi Usaha
Mendorong mahasiswa untuk menciptakan produk atau layanan yang inovatif dan memiliki nilai tambah.
Meningkatkan Kemampuan Mengelola Usaha
Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengelola aspek pemasaran, keuangan, operasional, sumber daya manusia, dan pengembangan bisnis.
Menciptakan Lapangan Pekerjaan
Mendorong mahasiswa untuk tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan
Mengintegrasikan Usaha dan Pembelajaran
Mengintegrasikan pengalaman kewirausahaan mahasiswa dengan proses pembelajaran akademik di perguruan tinggi.
KKU untuk Membangun Wirausaha Masa Depan
Universitas Dian Nuswantoro terus mendorong pengembangan ekosistem kewirausahaan yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. KKU menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi kewirausahaannya secara lebih nyata.
Melalui KKU, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan usaha sejak masih berada di bangku kuliah, membangun pengalaman profesional, memperluas jaringan, serta mempersiapkan diri menjadi wirausahawan muda yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing.
Semester 5 (Setara 18 SKS)
Fokus utama adalah perancangan bisnis yang inovatif dan tervalidasi, pengurusan izin usaha, serta penjalinan kemitraan.
-
Outcome Utama: Perancangan bisnis inovatif dan tervalidasi, legalitas/izin usaha, dan kemitraan.
-
Detail Kompetensi & Kegiatan yang Dikerjakan:
-
Entrepreneurial Marketing: Mahasiswa mempelajari konsep pemasaran kewirausahaan, mengidentifikasi peluang pasar, melakukan validasi ide, menganalisis segmentasi pelanggan, menganalisis kompetitor, serta menyusun Value Proposition Canvas.
-
Kurasi Produk: Melakukan audit portofolio produk existing, mengevaluasi product-market fit, merancang strategi seleksi produk, dan menentukan produk unggulan (hero products).
-
Komunikasi Inovatif: Menyusun narasi merek (brand story), panduan storytelling produk, merancang kalender konten (content calendar), serta membuat desain visual komunikasi produk.
-
Manajemen Finansial Startup: Menganalisis struktur biaya, merancang strategi penetapan harga (pricing strategy), membuat proyeksi keuangan, menyusun anggaran kampanye pemasaran, mengelola arus kas (cash flow), dan membuat financial dashboard.
-
Onboarding UKM: Mengidentifikasi model bisnis UKM mitra, mempresentasikan kelayakan produk untuk memperoleh validasi/insight dari UKM, dan memberikan dukungan pasca-onboarding.
-
Growth Marketing: Menerapkan teknik growth hacking, melakukan A/B testing, mengoptimalkan tingkat konversi (conversion rate), merancang strategi akuisisi dan retensi pelanggan, serta merancang program loyalitas.
-
Hukum dan Etika Bisnis: Mengumpulkan persyaratan dan mengajukan izin usaha formal, menyusun rencana keberlanjutan (sustainability plan), serta mengevaluasi program KKU secara menyeluruh.
-
Semester 6 (Setara 12 SKS)
Fokus kegiatan bergeser ke arah pengelolaan risiko, akses pembiayaan, integrasi industri, dan pencapaian keberlanjutan bisnis.
-
Outcome Utama: Mewujudkan bisnis yang menguntungkan (profitable) dan berkelanjutan (sustainable).
-
Detail Kompetensi & Kegiatan yang Dikerjakan:
-
Risk Management (Manajemen Risiko): Mengidentifikasi jenis-jenis risiko bisnis/startup, menganalisis penyebab kegagalan startup, menyusun risk register dan risk assessment matrix, serta merancang simulasi mitigasi risiko.
-
Akses Pembiayaan: Mempelajari berbagai skema pembiayaan (seperti bootstrapping, angel investor, venture capital, dan perbankan), melakukan kunjungan ke lembaga keuangan/bank/fintech, serta menyusun business plan dan pitch deck.
-
Onboarding Industri: Melakukan kunjungan industri ke perusahaan rintisan, memetakan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk kemitraan strategis, melakukan simulasi pitching di depan panel investor/mentor, serta menyusun skenario adaptasi/strategi pivot.
-
Resiliensi Bisnis: Menganalisis studi kasus bisnis yang bertahan di masa krisis, merancang model bisnis berkelanjutan (sustainable business model) berbasis social entrepreneurship, dan mempresentasikan rencana bisnis komprehensif.
-
Semester 7 (Setara 2 SKS + 6 SKS Tugas Akhir)
Tahap eksekusi tingkat lanjut dan penyelesaian Tugas Akhir berbasis proyek bisnis.
-
Outcome Utama: Keberlanjutan usaha (sustainability), profil perusahaan yang matang, pertumbuhan omzet, peningkatan kapasitas produksi, dan kelulusan Tugas Akhir.
-
Detail Kegiatan yang Dikerjakan:
-
Pengembangan Bisnis Lanjutan: Memastikan operasional bisnis berjalan secara profitable & sustainable, memperluas akses pembiayaan, serta mengoptimalkan onboarding industri.
-
Tugas Akhir (Business Project – 6 SKS):
-
Penyusunan Company Profile: Menyusun dokumen resmi profil perusahaan.
-
Pertumbuhan Bisnis: Mendorong pertumbuhan omzet secara nyata dan meningkatkan kapasitas produksi bisnis.
-
Pembagian Peran Tim (3 Fungsi Utama): Pembagian struktur manajerial yang mencakup fungsi CEO (Chief Executive Officer), CFO (Chief Financial Officer), dan CMO (Chief Marketing Officer).
-
Penyempurnaan Pitch Deck: Finalisasi dokumen presentasi bisnis untuk investor.
-
Sidang Akhir: Mempresentasikan seluruh hasil proyek bisnis pada sidang akhir sebagai syarat kelulusan.
-
-
Video Sosialisasi Program KKU
Program Sosialisasi yang dilakukan oleh seluruh mahasiswa Semester 5 di seluruh Fakultas di Universitas Dian Nuswantoro. Kegiatan tersebut disiarkan melalui aplikasi Zoom maupun Youtube resmi Lembaga Kewirausahaan Universitas Dian Nuswantoro.
FAQ
Punya pertanyaan seputar program Kuliah Kerja Usaha (KKU)?
Temukan jawabannya di sini. Jika pertanyaanmu belum terjawab, tim Lembaga Kewirausahaan siap membantumu!
Berapa bobot SKS yang diakui selama pelaksanaan program KKU dari Semester 5 hingga 7?
Program KKU mengonversi kegiatan kewirausahaan menjadi setara 18 SKS di Semester 5, setara 12 SKS di Semester 6, serta 2 SKS mata kuliah pendamping ditambah 6 SKS Tugas Akhir (Business Project) di Semester 7. Total alur program ini mencakup penyetaraan hingga 32 SKS
Apa fokus kegiatan dan outcome utama yang wajib dicapai pada tiap semesternya?
-
Semester 5: Fokus pada perancangan bisnis inovatif yang tervalidasi, pengurusan legalitas/izin usaha, serta pembangunan kemitraan awal.
-
Semester 6: Fokus pada pencapaian bisnis yang menguntungkan (profitable) dan berkelanjutan (sustainable) melalui manajemen risiko, onboarding industri, dan akses pembiayaan.
-
Semester 7: Fokus pada percepatan pertumbuhan omzet, peningkatan kapasitas produksi, penyusunan company profile, pitch deck, hingga pelaksanaan sidang akhir.
Bagaimana ketentuan pembentukan kelompok peserta Kuliah Kerja Usaha (KKU)?
Pembentukan kelompok terbagi menjadi dua jalur utama: jalur Reguler yang berisi 3 mahasiswa per kelompok, serta jalur Khusus yang diperuntukkan bagi 1 mahasiswa yang sudah memiliki bisnis berjalan dan lolos proses kurasi.
Apa saja syarat dan kriteria UMKM yang dapat menjadi mitra program KKU?
UMKM mitra yang dapat diajak bekerja sama harus memenuhi kriteria kualifikasi: telah berdiri minimal 2 tahun, memiliki sekurang-kurangnya 3 orang karyawan, sudah mengantongi izin usaha resmi, serta mencatatkan omzet minimal Rp500 juta per tahun.
Bagaimana pembagian struktur kepemimpinan tim mahasiswa pada Semester 7 (Business Project)?
Dalam menjalankan proyek bisnis Tugas Akhir, tim mahasiswa wajib membagi peran eksekutif secara jelas ke dalam 3 fungsi manajerial utama, yaitu CEO (Chief Executive Officer), CFO (Chief Financial Officer), dan CMO (Chief Marketing Officer).
Berapa kuota peserta yang dibuka dan bagaimana distribusinya per fakultas?
Program ini menargetkan ratusan mahasiswa dengan pendampingan dari 20 DPL. Distribusi kuotanya disesuaikan proporsional.








