Semarang – Lima usaha mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) yang mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) mendapatkan pembekalan strategi penjualan melalui Webinar Bootcamp Wirausaha berDAYA 2026, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan berlangsung daring melalui Zoom dengan menghadirkan Erry P. Ismali, EPC, Business & Leadership Coach sekaligus Founder Asia Coach Indonesia.
Dalam pemaparannya, Erry membahas instant selling yang mencakup tiga komponen, yakni skillset, toolset, dan mindset. Menurutnya, kemampuan menjual tidak hanya tentang menawarkan produk, tetapi juga membutuhkan kemampuan, alat pendukung, serta pola pikir yang tepat.
“Selling itu bukan hanya bagaimana kita menawarkan produk. Kita perlu memiliki skillset, toolset, dan mindset yang mendukung proses penjualan,” jelas Erry.
Erry juga mengajak mahasiswa memahami customer segment melalui tiga aspek, yaitu demography, psychography, dan behavior. Demography mencakup gender, usia, pekerjaan, pendidikan, pendapatan, hingga lokasi. Sementara psychography melihat gaya hidup, kepribadian, nilai, minat, dan hobi konsumen. Adapun behavior berkaitan dengan perilaku pembelian, seperti buying plan, buying roles, metode pembayaran, kanal pembelian, hingga penggunaan produk.
Dalam buying roles, konsumen dapat memiliki peran sebagai decider, buyer, influencer, maupun user. Pemahaman tersebut membantu mahasiswa melihat bahwa pihak yang menggunakan produk belum tentu merupakan orang yang membeli atau menentukan keputusan.
“Dalam satu proses pembelian, belum tentu orang yang menggunakan produk adalah orang yang membeli atau menentukan keputusan. Karena itu, kita perlu memahami siapa decider, buyer, influencer, dan user,” paparnya.
Kepala Lembaga Kewirausahaan Udinus, Dr. Nila Tristiarini M.SI,CSRA, menilai pembekalan tersebut penting bagi mahasiswa P2MW. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga perlu memahami cara menjual dan mengenali target pasar.
“Bagi mahasiswa P2MW, kemampuan memahami konsumen dan strategi penjualan menjadi bekal penting dalam mengembangkan usaha. Produk yang baik perlu didukung dengan kemampuan menjangkau dan memahami kebutuhan pasar,” kata Nila.
Melalui kegiatan ini, lima tim P2MW Udinus diharapkan dapat menerapkan pemahaman skillset, toolset, dan mindset, sekaligus mengenali karakter konsumen untuk memperkuat strategi pengembangan usaha masing-masing.











