Semarang – Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terus mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal melalui KODAM (Kreasi Olahan Edamame). Usaha yang dirintis sejak April 2025 ini mengolah edamame lokal menjadi camilan bernilai tambah dan kini telah dipasarkan hingga berbagai wilayah Indonesia.

KODAM digawangi empat mahasiswa, yakni Vivian Tanaka sebagai CEO, Vicky Tanaka sebagai CFO, Amelia Salsabila Rahayu sebagai CMO, dan Nilla Sabilla Rahayu sebagai COO. Ide usaha ini berawal dari keresahan terhadap belum optimalnya hilirisasi edamame Indonesia.

“Kami melihat edamame Indonesia memiliki potensi besar, tetapi masih banyak yang dijual sebagai komoditas mentah. Dari situ kami mencoba mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” kata Vivian Tanaka selaku CEO KODAM.

KODAM menggunakan teknologi low-temperature dehydration untuk menghasilkan camilan renyah tanpa bahan pengawet kimia. Teknologi tersebut juga membuat produk lebih mudah didistribusikan karena tidak membutuhkan cold chain.

Saat ini KODAM memiliki tiga varian, yakni Milk Chocolate Edamame, White Chocolate Edamame, dan Crispy/Cookies Edamame. Target utamanya adalah konsumen usia 15-25 tahun, khususnya mahasiswa dan anak muda yang aktif di media sosial.

Perkembangan bisnis terlihat dari peningkatan omzet setelah mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Pada April 2025-April 2026, rata-rata omzet mencapai Rp8.244.231 per bulan. Angka itu meningkat menjadi Rp20.625.000 per bulan pada Mei-Juli 2026 atau naik 150,2 persen. Omzet tertinggi tercatat pada Juli 2026 sebesar Rp21.720.000.

“Selama mengikuti P2MW, kami banyak mendapatkan pengalaman dan evaluasi. Peningkatan omzet menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki produk dan strategi pemasaran,” ujarnya.

KODAM juga telah meraih sejumlah prestasi nasional, di antaranya Juara 3 Nasional EKKN Universitas Tidar, Juara 3 QRIS Jelajah Kuliner Indonesia, Top 5 Semifinalis Bizclash 3.0 2026, serta Juara 1 Pitch Deck Nasional Creanovative Udinus 2025 dan Juara 1 Kategori Kurasi Produk Creanovative Udinus 2026.

Produk KODAM kini telah didistribusikan di sejumlah wilayah Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Ke depan, tim menargetkan penguatan pasar Semarang, ekspansi ke Solo dan Yogyakarta, serta transformasi menjadi PT dan memperoleh sertifikasi BPOM.

“Kami ingin KODAM terus berkembang menjadi camilan sehat berbasis edamame lokal yang bisa bersaing di pasar nasional,” pungkas Vivian. (Penulis : Tim Lembaga Kewirausahaan Udinus)